Sabtu, 30 Juli 2011

Kisah-kisah Teladan

Kisah  Nabi Ibrahim 'Alaihissalaam Menempatkan Ismail dan Ibunya Siti Hajar di Makkah Al-Mukarromah

Diriwayatkan oleh ibnu abbas Ra, beliau berkata ", Nabiyullah Ibrahim alaihissalam datang ke makkah bersama anak dan istrinya. Waktu itu Ismail As masih disusui oleh Hajar. Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam menempatkan Hajar dan anaknya Ismail As di bawah sebuah pohon besar dekat Masjidil Haram (sekarang -pent).

Kala itu tak ada seorang manusiapun dan tiada air. Nabiyullah Ibrahim menempatkan Hajar dan anaknya Ismail As sambil menaruh airdalam gerabah dan wadah kurma di sisi keduanya. Beberapa saat kemudian Nabi yang mulia ini berpaling pergi meninggalkan Hajar. namun secepat itu pula Hajar kemudian mengikuti dan mengejar Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam dari belakang seraya berkata ", Wahai Ibrahim, hendak kemana engkau pergi, dan meninggalkan kami di sebuah lembah yang tidak ada sesuatu dan seorang pun di sini?

Pertanyaan seperti ini berulang kali diajukan Hajar, namun Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam tidak menoleh sedikitpun padanya. Sampai akhirnya hajar bertanya kepadanya ", Apakah Allah memerintahkanmu seperti ini ? nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam baru menjawab ", Ya". Kemudian Hajar kembali dan nabiyuulah Ibrahim 'alaihissalam pun berlalu meninggalkannya hingga perjalanan beliau samapi di suatu tempat yang bernama Tsaniyah. Dalam kesenyapan tempat itu dan tidak ada seorang pun yang melihat beliau, nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam pun menghadap kiblat, mengangkat kedua belah tangan dan berdoa ", Wahai Tuhanku, sungguh aku telah menempatkan keturunanku di sebuah lembah yang tandus dan tak bertumbuh-tumbuhan...."

Sementara itu Hajar menyusui Ismail As,makan dan minum dari air dan kurma yang masih tersisa. Sampai kemudian air habis, Hajar dan Ismail kehausan. Hajar memandangi Ismail As yang menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Hajar merasa semakin berat hatinya. Kemudian bergegas pergi dan menemukan Shafa-sebuah bukit di dekat gunung Abi Qubais- kemudian ia berdiri di atasnya dan melihat-lihat sekelilingnya tidak ada seorang pun. Lalu hajar turun dari bukit Shafa kembali menuju Makkah sambil mengangkat ujung baju terusannya . lalu kembali lari seperti larinya orang yang amat berat susahnya sampai melewati lembah-lembah itu dan sampai di Marwah. Hajar berdiri di atas bukit Marwah dan ia tidak melihat seorang pun.Lari yang dilakukan Hajar ini sebanyak Tujuh kali.....

Kemudian sesudah Hajar menggenapkan Tujuh kali lari-lari kecil (antara bukit Shafa dan Marwa) Ia mendengar suara sampai kemudian ia berbicara dalam hatinya  diam !! Kemudian ia mendengar suara itu lagi, engkau telah bersuara maka tolonglah aku !" kata Hajar.Tiba-tiba muncul malaikat dari sisi Zam -zam dan menggaruk tanah sekitar Zam-zam dengan sayapnya hingga air pun keluar dan malaikat  pun menjadikannya semacam telaga kecil. Dengan wadah gerabah yang ada kemudian Hajar pun mengambil air itu. Namun setelah diambil air itu keluar dengan derasnya. Maka kemudian hajar meminum air itu dan menyusui Ismail As. malaikat pun berkata"Wahai Hajar jangan takut kehabisan air ini, karena di sini ada rumah Allah yang dibangun oleh anak ini (Ismail As) dan bapaknya (Ibrahim 'alaihissalam) dan Allah tidak menyia-nyiakan ahlinya.

Bangunan rumah itu sendiri dibuat agak tinggi,namun terkadang mudah terkena banjir dari sekelilingnya. Hal seperti ini terus terjadi sampai datangnya generasi Jurhum.

 Adapun silsilah Jurhum adalah Jurhum Ibnu Qahthan Ibnu 'Abir Ibn Syalih Ibn Arfakhsyad ibn Sam ibn Nuh. Jurhum dan saudaranya yang bernama Qathuur adalah orang yang pertama kali berbicara dengan menggunakan bahasa Arab.

 bani Jurhum ini datang untuk singgah dan selanjutnya menetap di Makkah. Mereka melihat banyak burung beterbangan dan berputar-putar di atas air. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang mudah difahami bahwa jika ada burung yang hinggap atau berputar-putar maka berarti di sekitar daerah itu ada air.

 Oleh karena itu ketua rombongan itu menyuruh seorang atau beberapa orang  kurir untuk menyelidiki kebenaran kebenaran isyarat adanya  air ini. Kemudian mereka menemukan air dan kembali memberitahukan kepada rombongan  akan adanya air itu. Kemudian rombongan itu mendatangi Hajar ibunya Ismail As untuk meminta air. Mereka berkata ," bolehkah kami menetap di sini? Hajar menjawab ," Ya boleh, tetapi kalian tidak berhak atas air itu!". Mereka pun menjawab"Ya'. Dan Hajar pun membutuhkan kedamaian jauh dari rasa takut. Rombongan itu pun semakin banyak semakin bertambah banyak hingga membentuk keluarga. Ismail tumbuh menjadi remaja dan belajar bahasa Arab dari mereka. Pertumbuhan Ismail As menjadi remaja itu rupanya amat memuka dan mempesonakan mereka.


                                                               Ismail As Menikahi Gadis Jurhum
 Ketika usia Ismail As menginjak dewasa, kaumnya menikahkan Ismail as dengan seorang gadis dari generasi mereka. Beberapa waktu lamanya kemudian Hajar meninggal dunia.
Sesudah Ismail menikah, nabi Ibrahim 'alaihissalam mendatangi keluarga baru Ismail 'alaihissalam. namun meski nabi Ibrahim 'alaihissalam berusaha menemui Ismail 'alaihissalam, Ismail 'alaihssalam sednag tidak ada di rumah. maka Nabiyullah Ibrahim bertanya pada istrinya Ismail 'alaihissalam ", Kemana Ismail ?'' Perempuan itupun menjawab ", Ia sedang pergi berburu ".  Kemudian nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam bertanya lagi ," bagaimana keadaanmu dan keadaan keluargamu?" Perempuan itu menjawab", Kami hidup tidak enak,dan banyak mengadu kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam." Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam berpesan ," Nanti kalau suamimu datang sampaikan kepadanya salam dari saya dan katakan kepadanya agar Ismail mengganti palang pintunya."

 Ketika nabi Isma'ail 'alaihissalam pulang ke rumahnya ia mersakan ada sesuatu maka berkata Ismail 'alaihissalam , " Adakah seseorang yang datang?" Istrinya menjawab ,"Ya", ada seseorang lelaki tua yang menanyakan keadaan kita maka saya menjawabnya, bahwa saya dalam keadaan sulit dan kesusahan. Ismail kembali bertanya ," Apakah ia berpesan sesuatu atau meninggalkan suatu pesan? "Ya' jawab istri Ismail'alaihissalam beliau memerintahkan aku untuk menyampaikan salam nya untukmu dan memerinthakna pula untuk mengganti palang pintunya. Nabi  Ismail 'alaihissalam menjawab " Itu ayahku". dan beliau memerintahkan agar aku menceraikanmu, pulanglah kamu ke keluargamu. Maka nabi Ismail 'alaihissalam menceraikannya dan menikahi gadis yang lain. Kemudian nabi ibrahim 'alaihissalam tinggal sementara waktu dengan Nabi Ismail 'laihissalam.

Lalu nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam kembali mendatangi Nabi Ismail, namun tidak dapat menemuinya dan bertanya tentang Ismail kepada istrinya. Istri Ismail menjawab bahwa Ismail sedang berburu. Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam pun bertanya kemali ", Bagaimana kadaan kalian?'' Istrinya berkata ", Kami dalam keadaan baik-baik dan damai serta bersyukur kepada Allah". Nabiyullah Ibrahim bertanya lagi," Apa yang kamu makan? daging, jawab Istri Ismail. nabi Ibrahim bertanya kembali", Apa yang kamu minum? Istrinya menjawab ," Air zam-zam". Kemudian Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam berdoa ", Ya Allah berkahilah makanan dan minuman mereka".

 Ketika Nabi Ismail As pulang, ia bertanya kepada istrinya , " Apakah ada seseorang yang datang kepadamu? Istrinya menjawab", Ya telah datang kepadaku seseorang tua yang mat baik dan berwibawa, kemudian beliau bertanya tentangmu dan akau menjawab. Kemudian bertanya lagi tentangku dan kehidupan kita. maka saya memberi khabar bahwa saya dalam keadaan baik. Ismail bertanya ",Apa beliau Menitipi satu pesan? istrinya menjawab Ya. Beliau menyampaikan salam untukmu dan memrintahkanmu untuk tidak mengganti palang pintumu". Nabi Ismail 'alaihissalam ", Beliau itu ayahku, dan kamulah palang pintu itu". Beliau memerintahkan aku agar menjagamu. Dalam kisah ini  kemudian nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam hidup bersama mereka.

Dikisahkan pula bahwa dalam suatu waktu Nabi Ibrahim 'alaihissalam kembali mengunjungi Nabi Ismail As yang kala itu sedang memperbaiki panahnya di dekat sumur zam-zam. Ketika nabi Ismail As melihat Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam beliau berdiri menyambut kedatangan ayahnya. Kemudian keduanya berpelukan sambil berkata Nabiyullah Ibrahin 'alaihissalam ", Wahai Ismail ! Sungguh Allah telah memrintahkan sesuatu kepadaku". nabi Ismail As menanggapi, coba jelaskan apakah gerangan perintah itu wahai ayah ? Nabiyullah Ibrahim menyahut,"Adakah kau mau membantuku ?Ya, saya akan membantu ayah. Nabiyullah Ibrahin 'alaihissalam berkata " Sesungguhnya Allah SWTtelah menyuruhku membangun rumah Allah di tempat ini". Kata nabiyullah Ibrahim sambil memberi isyarat pada bebrapa gundukan di sekelilingnya. Maka  selanjutnya Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam membangun Ka'bah. Nabi Ismail as mengambilkan batu-batu besar. Sedang Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam menatanya sampai bangunan itu meninggi. Sampai ketika bangunan itu telah benar-benar tinggi Nabi Ismail As membawakan batuyang ia letakkan untuk untuk pijakan nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam dan seterusnya Nabi Ismail As yang memberi batu Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam yang memasang dan menatanya seraya berdoa ", Rabbanaa taqabbal Minnaa Innaka anta al-Samii' al-'Aliim....".

                                      (Diolah dari : Daliil Al-Faalihiin Jilid 4 : Muhammad Ibn 'Alan Al-Syafi'iy Al-Asy'ary)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan anda berkomentar dengan santun dan baik dengan tidak melakukan komentar spam