Minggu, 20 November 2011

ONTOLOGY PENYULUH


Menjadi seorang penyuluh agama pada dasarnya melakoni pekerjaan yang amat mulia. Bahkan jika dibandingkan dengan trend ‘profesionalitas’ guru masa kini saya masih berkeyakinan bahwa profesi  penyuluh agama Islam lebih mulia. Alasannya jelas, karena pada pribadi masing-masing penyuluh terdapat ruh dan jiwa pendidik, pengajar sekalius penyeru sesuai kadar masing-masing.
Sebagai pendidik masyarakat seorang penyuluh diberkati hati dan perangai yang lembut, pembawaan yang meyakinkan dan periang. Dengan rendah hati dia datang ke majlis-majlis ilmu dan dzikir. Kepada pertemuan yang membutuhkan sumbangsih pikirannya. Ia hadir pada acara-acara kematian, kelahiran, pernikahan dan resepsi-resepsi lainnya. Dengan santunnya kaki dan tangannya berlangkah berayun.
Sebagai pengajar dia dibekali seperangkat ilmu dan wawasan. Seperangkat keterampilan administrasi. Menyebarkan penegetahuan, menulis tentang dan untuk masyarakatnya.
Dengan menulis itu jiwanya bertambah lembut. Ia paparkan persoalan-persoalan kemasyarakatan dan coba cari jalan keluarnya.
Untuk memperluas wawasan dan keilmuannya sebagai ahli agama, seorang penyuluh dituntut untuk mengembangkan kapasitas intelektualnya melalui pendidikan-pendidikan dan latihan-latihan tertentu.
Sedang dalam kapasitasnya sebagai penyeru, ia membimbing masyarakatnya, menentukan tema, objek dan sasaran dakwah. Memahami konsep dasar, teknik, methodologi dan teori-teori kepenyuluhan . Seorang penyuluh harus mengenal betul objek dan situasi lapangan dakwahnya. Ia punya kewajiban untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan masyarakatnya sampai terbentuknya suatu jalinan rasa ‘’ mawaddah fi al-qurba’’. Rasa memiliki agama yang begitu dekat, rapat dan kuat .
Munculnya berbagai persoalan terkait dengan penyimpangan, penodaan dan radikalisme ajaran agama, dekadensi moral, meraja lelanya kejahatan dan kriminalitas, pergeseran nilai masyarakat yang disebabkan oleh arus globalisasi mengakibatkan tumbuhnya sikap egoisme, individualisme dan disharmonisasi antar warga perlu warna dan pemikiran dari penyuluh.
Ini adalah deskripsi tentang idealita penuyuluh agama yang baik, tentu soal kadar penyuluh seperti apakah kita? Jawabannya ada di hati kita masing-masing.
Hidup penyuluh !!! jangan ikutan eksodus ya !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan anda berkomentar dengan santun dan baik dengan tidak melakukan komentar spam