Menjadi
seorang penyuluh agama pada dasarnya melakoni pekerjaan yang amat
mulia. Bahkan jika dibandingkan dengan trend ‘profesionalitas’ guru masa
kini saya masih berkeyakinan bahwa profesi penyuluh agama Islam lebih
mulia. Alasannya jelas, karena pada pribadi masing-masing penyuluh
terdapat ruh dan jiwa pendidik, pengajar sekalius penyeru sesuai kadar
masing-masing.
Sebagai pendidik masyarakat seorang penyuluh
diberkati hati dan perangai yang lembut, pembawaan yang meyakinkan dan
periang. Dengan rendah hati dia datang ke majlis-majlis ilmu dan dzikir.
Kepada pertemuan yang membutuhkan sumbangsih pikirannya. Ia hadir pada
acara-acara kematian, kelahiran, pernikahan dan resepsi-resepsi lainnya.
Dengan santunnya kaki dan tangannya berlangkah berayun.
Sebagai
pengajar dia dibekali seperangkat ilmu dan wawasan. Seperangkat
keterampilan administrasi. Menyebarkan penegetahuan, menulis tentang dan
untuk masyarakatnya.
Dengan menulis itu jiwanya bertambah lembut. Ia paparkan persoalan-persoalan kemasyarakatan dan coba cari jalan keluarnya.
Untuk
memperluas wawasan dan keilmuannya sebagai ahli agama, seorang penyuluh
dituntut untuk mengembangkan kapasitas intelektualnya melalui
pendidikan-pendidikan dan latihan-latihan tertentu.
Sedang dalam
kapasitasnya sebagai penyeru, ia membimbing masyarakatnya, menentukan
tema, objek dan sasaran dakwah. Memahami konsep dasar, teknik,
methodologi dan teori-teori kepenyuluhan . Seorang penyuluh harus
mengenal betul objek dan situasi lapangan dakwahnya. Ia punya kewajiban
untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan masyarakatnya sampai
terbentuknya suatu jalinan rasa ‘’ mawaddah fi al-qurba’’. Rasa memiliki agama yang begitu dekat, rapat dan kuat .
Munculnya
berbagai persoalan terkait dengan penyimpangan, penodaan dan
radikalisme ajaran agama, dekadensi moral, meraja lelanya kejahatan dan
kriminalitas, pergeseran nilai masyarakat yang disebabkan oleh arus
globalisasi mengakibatkan tumbuhnya sikap egoisme, individualisme dan
disharmonisasi antar warga perlu warna dan pemikiran dari penyuluh.
Ini
adalah deskripsi tentang idealita penuyuluh agama yang baik, tentu soal
kadar penyuluh seperti apakah kita? Jawabannya ada di hati kita
masing-masing.
Hidup penyuluh !!! jangan ikutan eksodus ya !